Breaking News

Blogger news

Blogroll

Blogger templates

Minggu, 31 Agustus 2014

E-learning Package CMS Moodle menggunakan Linux Ubuntu Server

Persiapan Instalasi Moodle 2.5.2 di Ubuntu Server 13.10 Sebagai Website E-Learning

Moodle merupakan Course Management System (CMS), yaitu suatu paket software yang didesain untuk membantu pendidik dalam membuat suatu kursus online yang berkualitas dengan mudah tanpa membangun dari awal namun menggunakan software yang telah dikembangkan oleh Martin Dougiamas. Moodle mendorong explorasi dan interaksi antara para siswa dan para guru. Sebagai seorang perancang kursus dan guru akan mempunyai banyak tools yang telah disediakan oleh moodle. Sehingga dapat digunakan dan membuat kegiatan belajar mengajar menjadi lebih interaktif mungkin.
Langkah-langkah instalasi moodle
1. sebelum melakukan instalasi moodle kita harus megistal paket pendukung dari moodle dengan perintah berikut ini:
apt-get install apache2 php5 php5-xmlrpc php5-mysql php5-gd php5-cli php5-curl
mysql-client mysql-server libmysqlclient-dev libphp-adodb libgd2-xpm-dev 
php5-mysql php5-gd php5-curl php5-xmlrpc php-pear php5-intl unzip
2. kemudian masuk ke directory /var/www/ dengan perintah berikut ini:
 cd /var/www
3. Kemudian kita lanjutkan dengan download cms moodle dengan perintah berikut ini:
 wget http://jaist.dl.sourceforge.net/project/moodle/Moodle/stable25/moodle-2.5.2.tgz
3. Setelah selesai melakukan download cms moodle, maka kita ekstrak paket moodle dengan format tgz menggunakan perintah berikut ini:
tar -xvzf moodle-2.5.2.tgz
4.Kemudian kita ubah hak akses folder dari moodle menjadi 777 dengan perintah berikut ini:
chmod -Rf 777 moodle
5. Kemudian kita lanjutkan dengan membuat folder moodledata dan ubah hak akses dari moodledata menjadi 777 dengan perintah berikut ini:
mkdir /var/moodledata && chmod -Rf 777 /var/moodledata
6. Kemudian kita lanjutkan dengan merubah hak akses kepemikikan folder moodle dan moodledata ke user dan group www-data dengan perintah berikut ini:
chwon -R www-data:www-data /var/www/moodle && chown -R www-data:www-data /var/moodledata
7. Kemudian kita lanjutkan dengan membuat database untuk cms moodle dengan perintah berikut ini:
  1.  Login MySQL server dengan perintah berikut ini 
    # mysql -u root -p
    1. kemudian kita buat database  moodel dengan nama dbmoodle dengan perintah berikut ini 
      CREATE DATABASE dbmoodle;
      ALTER DATABASE dbmoodle charset=utf8;
    1. Selanjutnya kiat buat nama user dari moodle dengan nama “moodleuser” 
      CREATE USER moodleuser;
    1. buat password untuk user “moodleuser”
      SET PASSWORD FOR moodleuser = PASSWORD("moodlepass");
    2. Set privillage untuk “moodleuser”, kemudian log out dari mysql Server
      GRANT ALL PRIVILEGES ON dbmoodle.* TO moodleuser@localhost IDENTIFIED BY "moodlepass";
      quit
 8.  kemudian lanjutkanlah konfigurasi moodle dengan menggunakan webbrowser dengan mengakses http://localhost/moodle atau http://ipaddres_anda/moodle
Read more ...

Sabtu, 30 Agustus 2014

Setting Patisi hardisk Raid 1 di Sistem Operasi Ubuntu server 12.10

Tutorial kali ini cara membuat RAID software pada ubuntu server, minimal Hardisk untuk mecoba RAID, 2 buah,
ubuntu yang saya gunakan versi 12.04 dan cara semua sama di ubuntu server versi apapun 10.04 – 13.04
pastikan saat meng install ubuntu server menggunakan 2 HD,
pilih manual untuk membuat partisi
1
kita buat RAID pada HD pertama ( menjadi tipe RAID bukan EXT4)

2
ubah menjadi tipe Physical volume for RAID
9
untuk Hardisk yang kedua juga lakukan hal yg sama di jadian kan tipe RAID seperti cara di atas dan hasil nya seperti berikut
11
dan Sekarang saat nya melakukan konfigurasi software RAID
12
pilih Create MD device
14
pilih RAID 1, karna kita akan mencoba RAID 1 dengan2 HD
15
default 2 karna raid1 mirror
16
17
pilih HD yang akan di gunakan untuk RAID centragn 2 – 2 nya
18
19
dan terakhir coba membuat pastisi dengan RAID yang sudah kita buat untuk install ubuntu server
20
dan setelah selesai install ubuntu server coba cek
raid1
cek via webmin
22 raid cek
Read more ...

Mengenal Partisi Hardisk untuk Komputer Server dengan Raid 0 sampai Raid 10

Secara sederhana, RAID adalah sebuah cara menggabungkan sekelompok hard disk untuk membentuk satu “virtual” drive. Tujuannya bukan hanya sekedar untuk mendapatkan ruang yang lebih besar, tetapi juga membangun perlindungan data dengan fungsi redundansi / melakukan duplikasi data dalam drive tambahan. Oleh karena itu, bila kelak salah satu drive gagal/down, maka data akan tetap aman dan tersedia. Singkatnya, RAID menyediakan dua keunggulan utama: ruang dan keamanan data. Nah, dalam artikel berikut saya akan berbicara mengenai RAID beserta tingkatan, kelebihan dan kekurangannya.
A. TIPE RAID
Ada dua tipe implementasi RAID. Yaitu:
[message_box color="blue"]Software RAID: Semua konfigurasi ditangani oleh sistem operasi/software. Keuntungan dari RAID software yang sangat murah, karena tidak perlu membeli perangkat keras tambahan untuk mengelola RAID. Tetapi karena tidak dikelola oleh hardware sendiri, maka kelemahannya adalah dia butuh sumber daya memori dan daya CPU tambahan dari komputer.[/message_box]
[message_box color="red"]Hardware RAID: Semua informasi tentang konfigurasi RAID disimpan dalam interface card dalam bentuk perangkat keras. Keuntungannya adalah meningkatkan kinerja. Karena semuanya ditangani oleh interface card, sehingga komputer tidak tidak perlu menggunakan memori atau daya CPU untuk menjalankan RAID. [/message_box]
Dulu sekali, Hardware RAIDbisa dikatakan jadi primadona. Namun seiring berkembangnya waktu,  multi-core CPU dan memori sudah bisa didapatkan dengan harga yang semakin terjangkau dan semakin mumpuni kualitasnya. Maka dengan CPU yang lebih cepat, Software RAID pun sekarang bisa melakukan kinerja sebaik Hardware RAID dan bahkan bisa lebih cepat dalam beberapa kasus.
B. LEVEL RAID
Tingkatan RAID pada dasarnya merupakan cara / teknik konfigurasi hard drive. Setiap level memiliki kelebihan dan kekurangan. Ada yang unggul di sisi ruang /storage tetapi lemah di sisi keamanan datanya, ada yang unggul di sisi keamanan namun lemah kinerjanya, dsb. Pada dasarnya tidak ada yang “terbaik” untuk RAID. Masing-masing dari level berikut bisa dikatakan “terbaik” tergantung dengan situasinya. Jadi terserah kebijaksanaan kita untuk menentukan.

Raid 0

Dengan RAID 0, kita menggunakan dua / lebih hard disk yang bertindak seolah-olah mereka satu hard disk. Raid 0 diibaratkan memiliki  “0″ perlindungan. Bahkan karena kita menggunakan dua hard disk maka kita memiliki dua kali risiko kehilangan data. Karena bila salah satu drive mengalami error, maka kita terancam kehilangan data.
Kelebihan:
  • RAID 0 menggunakan ruang hard disk secara maksimal karena tidak ada redundasi data.
  • RAID 0 punya kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu.
Kekurangan:
  • Tidak ada perlindungan. Jadi jika kita kehilangan satu hard disk tunggal, data kita akan hilang.
  • Karena kita menggunakan dua hard drive tanpa redundansi, maka resiko kita jadi dua kali lipat. Makanya akan lebih aman untuk menyimpan data dalam hard disk tunggal, misalnya bila kita menyimpan file 10MB dimana masing-masing drive menerima 5MB, maka jika salah satu drive rusak, kita hanya kehilangan data 5MB.
Kapan pakainya:
Raid 0 lebih pas digunakan oleh orang-orang yang mengutamakan ruang tetapi tidak peduli tentang kehilangan data mereka. Jadi di kondisi apa kita menggunakan RAID 0? Salah satu contohnya adalah sebagai server backup yang murah. Katakanlah kita punya banyak harddisk lama yang sudah tidak dipakai lagi, kemudian ingin membuat cadangan/backup data tetapi harddisk tua kita tidak cukup besar untuk pekerjaan itu. Maka kita bisa tempatkan semua hard disk yang ada untuk membentuk array RAID 0 dan menggabungkan kapasitas hardisk yang sudah ada. Tetapi pastikan data-data yang masuk ke server ini adalah hanya untuk tujuan backup/cadangan.

Raid 1

Dalam RAID 1 terjadi mirrorring antar hard disk. Sehingga dia menyediakan redundansi jika  salah satu disk mengalami error. Tidak seperti RAID 0 di mana semua space digabungkan, RAID 1 hanya menggunakan setengah ruang karena drive kedua digunakan untuk redundansi. Dengan syarat kedua hard drive ukurannya harus sama.
Kelebihan:Redundansi dan Kecepatan.
Kekurangan: Space hard disk tidak digunakan secara efisien. Karena kedua hard disk adalah salinan satu sama lain, hanya setengah dari ukuran jumlah gabungan yang digunakan.
Kapan pakainya:RAID 1 memakan ruang/space hard disk, tetapi lebih baik untuk kecepatan dan redundansi. Ini jadi pilihan yang baik untuk menjalankan sistem operasi. Server pada umumnya memiliki dua level RAID. RAID 1 yang berisi sistem operasi saja dan RAID tingkat kedua (biasanya RAID 5) untuk penyimpanan/storage.

RAID 5

RAID 5 adalah tingkat atau level yang paling populer digunakan di server saat ini.
raid5 array
Dengan RAID 5 kita bisa memiliki performa dan efisiensi penggunaan ruang. Dalam RAID 5 redundansi didistribusikan di antara semua drive. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan pada RAID 5 adalah tiga.
Kelebihan:
  • Efisiensi penggunaan kombinasi harddisk.
  • Toleransi kesalahan: Jika  salah satu hard disk down/error  maka data tetap aman.
Kekurangan:
  • Kecepatan RAID 5 tidak secepat RAID 0 atau 1.
  • Jika lebih dari satu hard disk mengalami error, maka data terancam hilang.
Kapan menggunakan: RAID 5 adalah pilihan terbaik untuk data storage, karena efisien dalam penggunaan ruang dan menyediakan redundansi data.

RAID 6

RAID 6 pada dasarnya sama dengan RAID 5, dengan perbedaan dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu. Jumlah minimum dari drive yang dapat digunakan dengan RAID 6 adalah empat.
Kelebihan:  Meskipun dua hard disk down bersamaan, data kita tetap aman.
Kekurangan:
  • Space total hard drive sangat berkurang karena lebih banyak dialokasikan untuk partisi redundansi.
  • Kecepatan RAID 6 tidak secepat RAID 0 atau 1.
  • Proses rebuilt lebih lambat. Ketika drive down, maka perlu rebuilt kembali. Kinerja akan menurun jauh bila dibandingkan dengan metode RAID lainnya.
Kapan menggunakan:
RAID 6 baik digunakan untuk media storage. Sebab pada dasarnya RAID 6 sama dengan RAID 5 dengan keamanan data yang lebih baik. Namun akibatnya, kita akan kehilangan sekitar 40% dari ruang gabungan total.

RAID Z

Raid Z dan RAID Z2 adalah penemuan Sun Micro System. RAID Z memiliki semua manfaat dari RAID 5 dan fitur lainnya yang membuatnya jauh lebih unggul. Seperti dengan RAID 5, RAID Z dapat mendukung sejumlah hard disk yang bekerja sama dan satu disk untuk redudansi. Jumlah minimum dari hard disk adalah tiga dan hanya satu yang bisa down pada suatu waktu. Jika lebih dari satu hard disk rusak pada saat yang sama, maka kita beresiko kehilangan data.
Kelebihan: Memiliki semua kelebihan dari RAID 5 dan fitur lainnya.
Kelemahan: Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.
Kapan menggunakan: RAID Z adalah level RAID terbaik untuk penyimpanan/storage. Pada dasarnya RAID Z melengkapi hampir semua kekurangan dari RAID tingkat sebelumnya dan menambahkan banyak fitur baru. Namun hanya bisa digunakan dengan sistem berbasis Solaris dan BSD. RAID Z sangat baik untuk digunakan dalam NAS / lainnya untuk penyimpanan data berskala besar.

RAID Z2

Raid Z2 hampir identik dengan Raid Z dan mirip dengan RAID 6. Dalam RAID Z2, meski dua hard disk bisa down di waktu bersamaan namun data akan tetap aman dan mudah diakses. Sama seperti RAID Z, RAID Z2 jauh lebih unggul dengan RAID 6 karena di dalamnya terdapat banyak fitur lainnya. Jumlah minimum drive untuk menggunakan RAID Z2 adalah empat.
Keuntungan:
  • Data lebih aman meski dua drive bisa down pada saat yang sama bukan hanya satu.
  • Memiliki semua manfaat dari RAID Z.
Kekurangan:
  • Dua hard disk digunakan untuk paritas, sehingga ukuran jumlah gabungan space sangat terbatas.
  • Hanya dapat digunakan dengan OS berbasis Open Solaris seperti Nexenta dan atau sistem berbasis BSD seperti FreeBSD.
Kapan menggunakan:Sama seperti RAID Z tetapi dilengkapi dengan tambahan tingkat keamanan. Tidak untuk digunakan jika butuh space yang besar.
RAID 10
RAID 10 adalah gabungan dari  RAID 1 + RAID 0. Makanya dia bisa memberikan optimasi untuk toleransi kesalahan. Dimana RAID 0 memiliki kecepatan yang lebih karena lebih banyak ruang dari dua hard disk yang dijadikan satu, sedangkan RAID 1 memberikan mirroring disk untuk redundansi. Dalam beberapa kasus, RAID 10 menawarkan data yang lebih cepat membaca dan menulis daripada RAID 5 karena tidak perlu mengelola paritas. Minimum harddisk yang bisa digunakan adalah 4 hard disk.
Keunggulan:
  • Memiliki manfaat dari kecepatan dari RAID 0 dan Mirroring dari Raid 1.
  • Tingkat keamanan terhadap kemungkinan hilangnya data yang lebih baik dari penggunaan sebuah harddisk.
Kelemahan:
  • Memiliki segala kekurangan yang dimiliki RAID 1 dan RAID 0.
  • Kegagalan disk memiliki efek pada throughput, meskipun hal ini masih dapat ditoleransi.


Sumber asli : http://mediabisnisonline.com/mengenal-komponen-server-tipe-raid-dan-tingkatannya/
Read more ...

Kamis, 21 Agustus 2014

Install Windows 7 Gagal, Minta Load Driver

Install Windows 7 Gagal, Minta Load Driver, A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing Install Windows 7 Gagal Minta Load Driver, A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing.

Sebenarnya masalah ini ada juga pada windows sebelumnya, baik XP maupun Vista. A Required CD/DVD Drive Device Driver Is Missing, itulah pesannya ketika terjadi kegagalan tadi. Ini biasanya terjadi setelah kita menekan “Install Now”.
Sebenar nya saya punya langkah yang paling ampuh di jalan ke tiga.. Tapi silahkan sahabat blogger coba langkah 1 dan 2 dulu.
 Inilah langkah-langkah perbaikan Install Windows 7 Gagal diatas.

Jalan pertama;
Silahkan BIOS dulu. Biasa nya dengan menekan tombol F1, F2, F10, dan tombol Delete (del) atau tombol Escape (ESC). Sesuaikan dengan merk laptop tau motherboard PC anda. Cari tampilanuntuk mengubah urutan boot. Ikuti petunjuk untuk mengubah urutan boot. Ini kadang-kadang dilakukan dengan menggunakan tombol + (plus) atau –(minus) atau bisa juga dengan tombol F6 untuk menaikkan dan F5 untuk menurunkan. Ubah urutan boot BIOS dan atur urutan drive (DVD) optik sebagai perangkat boot pertama di BIOS. Setelah itu lanjutkan kembali instalasi.
Jalan kedua; 
 Pilihan pamungkas adalah ubah driver dari SATA ke AHCI. Ikuti petunjuk tersebut ketika booting ke BIOS komputer Anda, kemudian periksa HDD Anda atau pengaturan Sata Controller Anda. Matikan SATA, alihkan ke AHCI, dan reboot atau restart , kemudian coba lagi proses install Windows 7. Nah, jika masih tidak bisa.,., Coba Gunakan Cara Paling Simple tapi ampuh banget.

Jalan Ketiga;
 Ketika Windows minta load driver, klik saja cancel. Setelah itu, pasti akan kembali ke tampilan install now, biarkan dalam keadaan seperti itu, kemudian Jika sahabat blogger menggunakan CD ROM internal, coba keluarkan CD Installasi Windows nya, dan Install lah dengan DVD External. Biarkan beberapa saat, kemudian klik Install Now. Sips, maka installasi Windows berjalan lancar. Tapi jika tidak ada DVD External, cobalah install melalui flashdisk. anda bisa membuat nya melalui program Novicorp Wintoflash.
Read more ...

Selasa, 05 Agustus 2014

install ubuntu 11.10 GUI



TUTORIAL
LINUX UBUNTU 11.10 DESKTOP






INSTALL LINUX UBUNTU

Untuk menginstall Sistem operasi Linux Ubuntu 11.10, Langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Setting Bios,pada settingan Bootnya setting  first Bootnya adalah CD Room.
2. Masukan CD/DVD Sistem operasi Ubuntu 11.10 ke DVD Room
3. Enter pada pilihan “ Install Ubuntu”

4.      Enter pada pilihan bahasa “ English “

5.      Enter pada pilihan “ ASIA”


6.      Enter pada Pilihan “ Indonesia” jika Lokasi kita ada di Indonesia


7.      Enter pada pilihan “United States”

8.      Enter pada pilihan “<NO>” jika tidak ingin menditeksi keyboard

Enter pada pilihan “ <YES>” jika ingin menditeksi Keyboard


9.      Enter pada pilihan “English(US)” 
 


10.  Enter pada pilihan “English(US)” 

11.  Tunggu beberapa saat 

12.  Enter pada Pilihan Ethernet card utama , Misalkan “ eth0”

13.  Enter pada Continue

14.  Enter pada pilihan “ Do Not Configure the Network at this time” , pilihan ini bertujuan untuk tidak mengkonfigurasi IP address saat ini

15.  Masukan nama Hostname, misalkan “sahabat1”, kemudian enter pada pilihan “<Continue>”

16.  Enter pada pilihan “Jakarta”

17.  Enter pada Pilihan “Manual” 

18.  Enter pada pilihan “SCS13 {0,0,0} , ini merupkan pilihan Hardisk yang akan digunakan untuk menginstall Sistem Operasi Ubuntu 11.10

19.  Enter pada pilihan “<Yes>” untuk membuat partisi baru pada hardisk
Ket : minimal partisi hardisk untuk Linux yaitu : ext4/ext3 dan Swap

20.  Enter pada pilihan “Pri/Log “, untuk membuat partisi primary untuk ext4

21.  Enter pada pilihan “ Create a New Partition”

22.  Masukan besaran kapasitas hardisk yang akan digunakan untuk partisi Ext4. Contoh bila besar kapasitas hardisknya 8,6 GB, maka gunakan besaran 7,6 GB untuk partisi ext4  dan gunakan sisanya untuk partisi SWAP

23.  Enter pada pilihan “Primary”

24.  Enter pada pilihan “ Beginning”

25.  Enter pada pilihan “ Done Setting Up Partition”

26.  Enter pada pilihan “Pri/log” yang kedua untuk membuat partisi SWAP
27.  Enter pada pilihan “ Create a New Partition”
28.  Masukan besaran kapasitas hardisk yang akan digunakan untuk partisi SWAP
29.  Enter pada pilihan “ Logical”

30.  Enter pada pilihan “USE AS : Ext4” , enter kemudian pilih “Swap Area”

31.  Enter pada pilihan “Done Setting up the Partition”
32.  Enter pada Pilihan “ Finish Partitioning and Write Change to Disk”

33.  Enter pada pilihan “<Yes>” untuk Menyetujui Semua partisi yang telah di buat.

34.  Masukan nama user pengguna contoh “user1”, Kemudian enter pada pilihan “<continue>”


35.  Masukan nama User untuk login ke Sistem operasi contoh “User1” kemudian enter pada pilihan “<continue>”
36.  Masukan Password untuk user yang dibuat, Kemudian enter pada pilihan “<Continue>”
37.  Masukan kembali password yang disimpan, Kemudian enter pada pilihan “<Continue>”

38. Enter pada pilihan “<Yes>”
39. Enter pada pilihan “<No>” untuk tidak mengenkripsi
40. Tunggu beberapa saat untuk proses penginstalan.
41. Enter pada pilihan “<Yes>”, untuk menginstal GRUB Boot
42. Enter pada pilihan “<Yes>”
43. Enter pada pilihan “<Continue>” , untuk mengakhakhiri penginstalan Sistem operasi Linux Ubuntu 11.10.
44. Setelah merestart computer maka akan loading pertama kali Ubuntu 11.10

45. Masukan Password pada User yang disimpan pada waktu penginstalan
46. Setelah berhasil login maka akan tampil layar desktop seperti di bawah ini. Berarti penginstalan system operasi telah berhasil.

Read more ...
Designed By VungTauZ.Com